BAB 7 : Desain Sistem Secara Umum

 

Desain Sistem Secara Umum: Fondasi Menuju Sistem yang Efisien dan Efektif 

Desain sistem secara umum merupakan langkah krusial dalam pengembangan sistem yang handal dan bermanfaat. Diibaratkan sebagai cetak biru dalam pembangunan rumah, desain sistem menentukan bagaimana sistem akan dibentuk dan diimplementasikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
 
 
 

Apa itu Desain Sistem Secara Umum ?

Desain sistem adalah proses mendefinisikan elemen-elemen sistem, seperti arsitektur, modul, komponen, antarmuka, dan data yang mengalir dalam sistem. Proses ini menjembatani kesenjangan antara kebutuhan pengguna dan solusi yang akan diterapkan.

Tujuan Desain Sistem Secara Umum

  1. Memenuhi kebutuhan pengguna: Desain sistem yang baik harus mampu memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan permasalahan pengguna
  2. Memberikan gambaran jelas: Desain sistem berfungsi sebagai panduan bagi programmer dan teknisi dalam membangun sistem.
  3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas: Desain yang matang menghasilkan sistem yang efisien dan efektif dalam mencapai tujuan.
  4. Meminimalisir risiko: Desain yang terstruktur membantu mengidentifikasi dan meminimalisir risiko yang mungkin muncul selama pengembangan dan implementasi sistem. 

Tahapan Desain Sistem Secara Umum

  1. Analisis Sistem: Memahami kebutuhan pengguna, proses yang ada, dan batasan sistem.
  2. Perancangan Arsitektur: Menentukan struktur dan komponen utama sistem.
  3. Perancangan Detail: Merancang modul, antarmuka, dan database sistem.
  4. Pengujian Desain: Memastikan desain sistem bebas dari kesalahan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.


Jenis - Jenis Desain Sistem Secara Umum

  1. Desain Sistem Terstruktur: Pendekatan tradisional dengan fokus pada struktur dan aliran data.
  2. Desain Sistem Berorientasi Objek: Pendekatan yang berfokus pada objek dan interaksinya.
  3. Desain Prototipe: Membangun prototipe untuk menguji dan memvalidasi desain sistem.

Tips Sukses dalam Desain Sistem Secara Umum

  1. Libatkan pengguna: Melibatkan pengguna dalam proses desain untuk memastikan sistem sesuai dengan kebutuhan mereka.
  2. Gunakan metodologi yang tepat: Pilih metodologi desain yang sesuai dengan jenis sistem dan kompleksitasnya.
  3. Dokumentasikan desain dengan baik: Buat dokumentasi yang jelas dan lengkap untuk memudahkan implementasi dan pemeliharaan sistem.
  4. Lakukan pengujian secara menyeluruh: Pastikan desain sistem bebas dari kesalahan dan memenuhi semua persyaratan.

Teori dalam Desain Sistem Secara Umum

Berikut beberapa teori desain sistem yang umum digunakan:

1. Desain Sistem Terstruktur:
  • Pendekatan tradisional dengan fokus pada struktur dan aliran data.
  • Digunakan untuk sistem yang kompleks dan membutuhkan kontrol yang ketat.
  • Contoh: Sistem informasi akuntansi, sistem pembukuan.
2. Desain Sistem Berorientasi Objek:
  • Pendekatan yang berfokus pada objek dan interaksinya.
  • Digunakan untuk sistem yang kompleks dan membutuhkan skalabilitas.
  • Contoh: Sistem e-commerce, sistem reservasi.
3. Desain Prototipe:
  • Membangun prototipe untuk menguji dan memvalidasi desain sistem.
  • Digunakan untuk sistem yang kompleks dan membutuhkan banyak interaksi pengguna.
  • Contoh: Desain aplikasi mobile, desain website.

Studi Kasus dalam Desain Sistem Secara Umum

1. Studi Kasus: Sistem Informasi Akademik
  • Universitas XYZ ingin membangun sistem informasi akademik untuk mengelola data mahasiswa, dosen, dan mata kuliah.
  • Desain sistem menggunakan pendekatan terstruktur dengan fokus pada aliran data dan keamanan data.
  • Sistem berhasil diimplementasikan dan membantu universitas meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data akademik.
2. Studi Kasus: Sistem E-commerce
  • Perusahaan ABC ingin membangun sistem e-commerce untuk menjual produknya secara online.
  • Desain sistem menggunakan pendekatan berorientasi objek dengan fokus pada skalabilitas dan kemudahan penggunaan.
  • Sistem berhasil diimplementasikan dan membantu perusahaan meningkatkan penjualan dan jangkauan pasar.

Jawaban Soal !

Nomor 1.A. 
Perbedaan Desain Sistem Pendekatan Terstruktur dan Desain Sistem Perancangan Berorientasi Objek :

1.) Alat Permodelan Sistem:
a. Pendekatan Terstruktur:
  • Diagram Alir Data (DFD): Menggambarkan aliran data antar proses dalam sistem.
  • Diagram Alir Data Terstruktur (DFD): Memperjelas DFD dengan dekomposisi proses yang lebih detail.
  • Kamus Data: Mendefinisikan semua data yang digunakan dalam sistem.
  • Entity Relationship Diagram (ERD): Menggambarkan hubungan antar entitas dalam database.
b. Perancangan Berorientasi Objek:
  • Use Case Diagram: Menggambarkan interaksi antara pengguna dan sistem.
  • Class Diagram: Menggambarkan struktur kelas dan hubungan antar kelas.
  • Sequence Diagram: Menggambarkan interaksi antar objek dalam urutan waktu.
  • Activity Diagram: Menggambarkan aliran aktivitas dalam sistem.
2.) Sistem Operasi:
a. Pendekatan Terstruktur:
  • Biasanya menggunakan sistem operasi tradisional seperti Unix, Linux, dan Windows Server.
  • Fokus pada stabilitas dan kinerja sistem.
b. Perancangan Berorientasi Objek:
  • Dapat menggunakan sistem operasi tradisional atau modern seperti Windows 10, macOS, dan Android.
  • Fokus pada skalabilitas dan fleksibilitas sistem.
3.) Bahasa Pemrograman:
a. Pendekatan Terstruktur:
Sistem operasi tradisional seperti UNIX, Windows, dan Linux dapat digunakan dalam pendekatan terstruktur. Biasanya, sistem operasi ini mendukung pemrograman prosedural.

b. Perancangan Berorientasi Objek:
Sistem operasi yang mendukung paradigma berorientasi objek, seperti C++, Python, Java Virtual Machine (JVM) dan .NET Framework, lebih sering digunakan dalam pendekatan berorientasi objek.

4.) Metodologi Pengembangan Sistem:
a. Desain Sistem Pendekatan Terstruktur:
Metodologi pengembangan sistem yang sering digunakan dalam pendekatan terstruktur adalah model waterfall, di mana setiap tahap (analisis, perancangan, implementasi, pengujian, pemeliharaan) dilakukan secara berurutan.

b. Desain Sistem Perancangan Berorientasi Objek:
Metodologi pengembangan sistem yang cocok untuk pendekatan berorientasi objek adalah metode pengembangan iteratif dan inkremental, seperti Scrum atau Rational Unified Process (RUP), di mana siklus pengembangan berulang kali dilakukan dengan fokus pada iterasi dan peningkatan berkelanjutan.

Nomor 1.B
Perbedaan antara desain sistem secara umum dan desain sistem secara terinci dapat diuraikan sebagai berikut:

1.) Desain Sistem Secara Umum :
  1. Pendekatan Tingkat Tinggi: Desain sistem secara umum mencakup pemikiran dan perencanaan yang lebih umum dan luas. Ini melibatkan identifikasi kebutuhan umum sistem, tujuan, dan konsep dasar tanpa memperdalam detail implementasi.
  2. Konsep dan Arsitektur: Fokusnya lebih pada pemilihan konsep dan arsitektur yang tepat untuk memenuhi kebutuhan bisnis atau pengguna. Ini melibatkan pemilihan teknologi, platform, dan pendekatan umum yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.
  3. Visi dan Strategi: Desain sistem secara umum juga mencakup pembentukan visi dan strategi yang luas untuk pengembangan sistem. Ini mencakup penetapan tujuan jangka panjang, penentuan ruang lingkup proyek, dan pengidentifikasian risiko-risiko potensial.
2.) Desain Sistem Secara Terinci :
  1. Analisis Mendalam: Desain sistem secara terinci melibatkan analisis yang lebih mendalam tentang kebutuhan spesifik sistem, proses bisnis yang terlibat, dan kebutuhan pengguna secara rinci. Ini mencakup pemetaan alur kerja, identifikasi persyaratan fungsional dan non-fungsional, serta pengumpulan data dan informasi yang lebih detail.
  2. Perincian Teknis: Fokusnya lebih pada perincian teknis sistem, seperti desain antarmuka pengguna, struktur database, algoritma, dan logika bisnis yang akan diimplementasikan. Ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang bahasa pemrograman, framework, dan teknologi yang akan digunakan.
  3. Prototipe dan Pengujian: Desain sistem secara terinci sering melibatkan pembuatan prototipe atau model sistem untuk menguji konsep, fitur, dan fungsionalitas sebelum implementasi penuh. Pengujian sistem juga lebih rinci dan komprehensif untuk memastikan kualitas dan keandalan sistem.
  4. Dokumentasi Mendetail: Desain sistem secara terinci memerlukan dokumentasi yang lebih mendetail tentang semua aspek sistem, termasuk spesifikasi teknis, panduan pengguna, dan dokumentasi kode. Ini penting untuk memfasilitasi pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sistem dengan efektif.
Nomor 2
Penjelasan dan gambar simbol Flowchart
 
1. Terminator (Terminal)

  • Fungsi: Menunjukkan awal atau akhir dari suatu proses
  • Contoh: Digunakan pada awal flowchart untuk menunjukkan "Mulai" dan pada akhir flowchart untuk menunjukkan "Selesai"
2. Process (Proses)
  • Fungsi: Menunjukkan suatu proses atau aktivitas yang dilakukan dalam sistem
  • Contoh: Digunakan untuk menunjukkan proses kalkulasi, pengecekan data, dan pencetakan

3. Decision (Keputusan)
  • Fungsi: Menunjukkan suatu titik di mana terdapat keputusan yang harus dibuat
  • Contoh: Digunakan untuk menunjukkan percabangan dalam proses berdasarkan kondisi tertentu

4. Connector (Penghubung)
  • Fungsi: Menghubungkan dua simbol flowchart yang tidak berurutan secara langsung
  • Contoh: Digunakan untuk menghubungkan dua proses yang terpisah pada halaman yang sama

5. Input/Output (Masukan/Keluaran)
  • Fungsi: Menunjukkan data yang masuk atau keluar dari sistem
  • Contoh: Digunakan untuk menunjukkan data yang diinputkan oleh user atau data yang dicetak oleh sistem

6. Arrow (Anak Panah)
  • Fungsi: Menunjukkan arah aliran proses
  • Contoh: Digunakan untuk menunjukkan urutan langkah-langkah dalam proses

7. Subroutine (Subrutin)
  • Fungsi: Menunjukkan proses yang terhubung dengan flowchart lain
  • Contoh: Digunakan untuk menunjukkan proses yang kompleks dan dipisahkan ke flowchart lain
Nomor 4
Perancangan Sistem Informasi Akademik di UMC

4.A Kesatuan Luar yang terlibat :

1. Mahasiswa:
  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Mengakses informasi akademik
  • Melakukan registrasi mata kuliah
  • Membayar biaya pendidikan
  • Mengikuti perkuliahan
  • Mengikuti ujian
  • Mengajukan transkrip nilai
2. Dosen:
  • Mengisi daftar hadir
  • Menginput nilai
  • Mengelola materi pembelajaran
  • Melakukan bimbingan skripsi
  • Mengikuti rapat dosen
3. Staf Administrasi:
  • Memproses pendaftaran mahasiswa
  • Mengelola database akademik
  • Menerbitkan transkrip nilai
  • Melayani pengaduan mahasiswa
4. Pimpinan Universitas:
  • Menetapkan kebijakan akademik
  • Mengelola anggaran
  • Mengevaluasi kinerja dosen dan staf
4.B Input dan Output untuk Kesatuan Luar :

Mahasiswa:
  • Input: Formulir pendaftaran, data diri, bukti pembayaran
  • Output: Transkrip nilai, kartu tanda mahasiswa, jadwal perkuliahan, sertifikat kelulusan
Dosen:
  • Input: Daftar hadir, nilai mahasiswa, materi pembelajaran
  • Output: Nilai akhir, laporan hasil pembelajaran
Staf Administrasi:
  • Input: Formulir pendaftaran, data mahasiswa, nilai mahasiswa
  • Output: Transkrip nilai, kartu tanda mahasiswa, surat keterangan
Pimpinan Universitas:
  • Input: Laporan kinerja dosen, laporan keuangan, proposal program studi
  • Output: Kebijakan akademik, anggaran tahunan, izin operasional

4.D Bagan Berjenjang Sistem Informasi Akademik
 
Nomer 5
Tingkatan dalam Data Flow Diagram (DFD)

DFD umumnya memiliki 4 tingkatan, yaitu:

1. DFD Level 0 (Context Diagram) :
  • Merupakan diagram level tertinggi yang menggambarkan sistem secara keseluruhan sebagai satu kesatuan.
  • Hanya menunjukkan satu proses utama dan entitas eksternal yang berinteraksi dengan sistem.
  • Digunakan untuk memberikan gambaran umum sistem kepada stakeholders.
2. DFD Level 1 (Diagram Proses Utama)
  • Memaparkan detail proses utama yang teridentifikasi pada DFD Level 0.
  • Menunjukkan proses-proses utama dalam sistem dan bagaimana mereka saling berhubungan.
  • Seringkali menggunakan aliran data untuk menunjukkan bagaimana data mengalir di antara proses.
3. DFD Level 2 (Diagram Detail)
  • Memperjelas satu atau beberapa proses utama dari DFD Level 1.
  • Mendetailkan proses utama menjadi sub-proses yang lebih kecil dan lebih spesifik.
  • Menunjukkan bagaimana data mengalir di antara sub-proses dan entitas eksternal.
4. DFD Level 3 (Diagram Detail Terendah)
  • Merupakan level detail terendah dalam DFD.
  • Menjelaskan sub-proses dari DFD Level 2 secara rinci.
  • Menunjukkan semua langkah yang terlibat dalam sub-proses dan bagaimana data mengalir di antara mereka.

 

 

Komentar